IndoInsight.com –
Komite Urusan Luar Negeri (FAC) Parlemen Inggris mengkritik tajam pemerintah Inggris karena meremehkan pertumbuhan berbahaya kelompok bayaran Wagner dari Rusia. Dalam laporan pedasnya, komite lintas partai anggota parlemen menuduh pemerintah memiliki “kurangnya pemahaman yang menyedihkan” tentang aktivitas Wagner di Afrika. Laporan tersebut mencatat tujuh negara di mana aktivitas militer Wagner terdeteksi: Ukraina, Suriah, Republik Afrika Tengah (RAT), Sudan, Libya, Mozambik, dan Mali. Wagner dikritik telah mengembangkan model bisnis yang sangat sukses dan menguntungkan di negara-negara tersebut, memperkaya dirinya sendiri dan penguasa kliennya, kebanyakan dengan mengorbankan penduduk setempat.
Laporan FAC menegaskan bahwa pemerintah Inggris selama 10 tahun terakhir telah “menganggap remeh dan meremehkan aktivitas Jaringan Wagner, serta implikasi keamanan bagi Eropa”. Isu ini menjadi semakin relevan karena sekitar 3000-10.000 pejuang bayaran Wagner telah menetap di Belarus dengan retorika mengumumkan keinginan untuk melakukan serangan lintas batas ke Polandia, yang merupakan anggota NATO. Laporan FAC menggunakan bukti dari sumber Wagner yang berada pada posisi tinggi, yaitu seorang “pengkhianat”, yang mengungkapkan bahwa organisasinya telah bermegah mengajarkan otoritas polisi setempat di RAT cara menyiksa tahanan sipil. Wagner dituduh telah membunuh ratusan warga sipil di negara tersebut sambil membantu menjaga rezim yang membayar gaji mereka.
Laporan tersebut menekankan bahwa Inggris harus menyediakan alternatif bagi negara-negara yang sedang berjuang dan mencatat bahwa tujuan kebijakan luar negeri Kremlin adalah memaksa negara-negara yang gagal bergantung pada jaringan Wagner. Ketua Komite, Alicia Kearns MP, menyatakan bahwa Wagner adalah contoh gejala yang lebih luas tentang perlunya mengatur Perusahaan Militer Swasta (PMC). Meskipun ia mengakui bahwa kekejaman yang diduga dilakukan oleh Wagner, terutama di RAT, merupakan kasus tersendiri, kritik juga dapat ditujukan pada PMC yang didukung oleh negara-negara Barat, seperti perusahaan keamanan AS, Blackwater, yang dituduh membunuh warga sipil selama bertugas di Irak. Meskipun Wagner merupakan “lengan” pemerintah Rusia, Kearns berpendapat bahwa sanksi saja tidak cukup, dan Inggris perlu mencatat Wagner sebagai organisasi teroris. Pemerintah Inggris menyatakan telah memberlakukan sanksi yang ketat pada Wagner, termasuk pemimpinnya, Yevgeny Prigozhin, dan beberapa komandan kunci, dengan membatasi perjalanan mereka dan membekukan aset mereka.