IndoInsight.com –
Puluhan orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam kejadian yang menghebohkan di ibukota Yaman, ketika ratusan orang berkerumun di dalam sebuah sekolah untuk mendapatkan bantuan amal selama bulan Ramadan.
Kejadian itu terjadi pada hari Rabu malam lalu, ketika para pengunjuk sedang menunggu donasi sebesar $10 yang dibagikan oleh pedagang setempat. Menurut laporan resmi, setidaknya 78 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka akibat terjangan kerumunan yang terjadi di dalam sekolah tersebut.
Saksi mata, Abdel-Rahman Ahmed dan Yahia Mohsen, mengatakan bahwa kelompok bersenjata Houthi telah menembakkan senjata ke udara sebagai upaya untuk mengendalikan kerumunan, namun sayangnya ada kabel listrik yang terkena tembakan tersebut dan meledak sehingga memicu ketakutan dan kepanikan di antara pengunjuk yang sedang menunggu.
Cuplikan video yang ditayangkan oleh saluran televisi Al Masirah milik Houthi menunjukkan tubuh manusia yang terjepit di antara kerumunan orang yang berusaha untuk menyerbu keluar dari ruangan.
Para korban tampak berjuang dengan keras untuk keluar dari kerumunan, banyak di antaranya yang kehabisan napas sehingga mulut mereka ditutupi oleh tangan orang lain.
Pihak berwenang kemudian mengevakuasi lebih dari 73 orang yang terluka ke Rumah Sakit Al-Thawra di Sanaa, sementara keluarga dari korban yang tewas atau terluka bergegas menuju rumah sakit untuk mencari keberadaan kerabat mereka.
Ketika tragedi ini terjadi, situasi di Sanaa sedang tegang karena banyak warga tengah berusaha untuk mendapatkan bantuan amal selama Ramadan. Para pedagang yang menyelenggarakan acara tersebut kemudian ditangkap oleh pihak berwenang, sedangkan investigasi sedang dilakukan untuk menentukan penyebab pasti dari kejadian tersebut.
Pemerintah Houthi kemudian mengumumkan bahwa mereka akan membayar sekitar $2.000 sebagai kompensasi untuk setiap keluarga yang kehilangan anggota keluarga mereka, sementara korban yang terluka akan mendapatkan sekitar $400 sebagai bentuk ganti rugi.
Sanaa telah berada di bawah kendali Houthi sejak 2014, ketika mereka menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional. Konflik yang terjadi selama bertahun-tahun antara pihak-pihak yang berbeda telah menyebabkan lebih dari 150.000 orang, termasuk pejuang dan warga sipil, tewas.
Lebih dari 21 juta orang di Yaman, atau dua pertiga dari total populasi negara tersebut, membutuhkan bantuan dan perlindungan, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.